Aturan Penting Pemakaian Cincin Nikah

Momen pernikahan merupakan sebuah momen yang penting dan sakral bagi setiap pasangan. Beberapa daerah memiliki adat bertukar cincin ketika acara pernikahan berlangsung. Namun ternyata, banyak pasangan yang masih bingung untuk menempatkan di jari yang mana cincin kawin harus di pasang. Untuk kalian yang ingin mendapatkan jawabannya, simak berikut. 

Sejarah Cincin Nikah

Bukan sekedar simbolis. Ternyata acara tukar cincin memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada masa Kekasiaran Romawi cincin merupakan implementasi sebuah janji seorang laki-laki untuk meminang wanitanya.

Sejak saat itu, tradisi tukar cincin menjadi kebiasaan oleh masyarakat luas. Bahkan pada abad ke 9, sebuah gereja memasukkan tradisi tukar cincin menjadi sebuah aliran agama Kristen. Pada abad ke 10 dan 11, acara tukar cincin bukan hanya bagian dari pernikahan semata. Melainkan dalam prosesnya disertai dengan adat dan pemberian berkat.

Adat baru tersebut ditujukan agar acara menjadi momentum yang lebih bermakna. Dan pada abad ke 16, tukar cincin menjadi acara yang melekat dalam sebuah pernikahan. Meskipun demikian pada abad ke 17, kaum Puritan menolak tradisi memasangkan cincin kepada kedua pihak pasangan. 

Penempatan Cincin Nikah di Jari Kanan atau Kiri?       

Bukan tanpa sebab. Dalam pernikahan, memasang cincin di jari manis sebelah kanan ternyata memiliki makna dan alasan tersendiri. Berikut adalah alasannya:

1. Jari Manis Memiliki Fungsi Tersendiri

Di Eropa,  jari manis difungsikan sebagian jari cincin sebuah hubungan. Sejak saat itu, menyematkan cincin hubungan di jari manis sebelah diikuti oleh semua orang. 

2. Memiliki Makan Sebagai Kekokohan Rumah Tangga

Di Indonesia, tangan kanan sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Menyematkan cincin kawin di sebelah kanan dilakukan agar para pasangan selalu mengingat pasangannya di dalam segala kegiatan dan suasana. Karena saling mengingat, diharapakan rumah tangga dapat berdiri kokoh dalam setiap keadaan.

3. Memiliki Standar Dimensi yang Terukur

Pemilihan jari manis sebagai tempat cincin nikah bukanlah tanpa alasan. Dalam ilmu antropometri dijelaskan bahwa jari manis memiliki standar ketebalan yang dapat diukur. Dengan begitu, setiap pasangan bisa menyesuaikan ukuran cincin dengan ukuran jari manisnya. 

Penggunaan Cincin di Setiap Adat dan Tradisi Pernikahan

Selain kedua hal di atas. Ada hal lain yang perlu kalian pahami tentang penggunaan cincin kawin. Masing-masing wilayah memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda. Termasuk dalam penggunaan cincin nikah. Penjelasannya bisa kalian temukan di bawah ini:

  • Penggunaan Cincin di Jari Kanan

Adat pertama merupakan adat dari Romawi Kuno.  Dimana mereka mempercayai bahwa tangan kiri tidak dapat diandalkan dan tidak dapat mendatangkan kebahagiaan. 

Tak jauh berbeda, orang India hanya meletakkan cincin nikah di jari sebelah kanan. Karena mereka beranggapan bahwa sebelah kiri adalah tangan yang tidak suci. Namun saat ini, masyarat India sudah memperbolehkan menggunakan cincin di sebelah kanan atau kiri. 

Adat Jerman dan Belanda meletakkan cincin lamaran di sebelah jari kiri. Sementara setelah menikah, berpindah posisi di sebalah kanan. Hal ini menunjukkan adanya perubahan status hubungan. 

Sementara tradisi Yahudi meletakkan cincin tunangan di jari telunjuk kanan. Dan setelah menikah akan berpindah di jari manis sebelah kanan. 

  • Penggunaan Cincin di Jari Kiri

Adat ini berkembang pada awal abad ke 18. Ada beberapa negara yang melakukan perubahan terhadap penyematan cincin dari jari sebelah kanan ke jari sebelah kiri. 

Negara Turki, Lebanon, Suriah, dan Brazil, mengubah letak cincin dari kanan ke kiri setelah melangsungkan acara pernikahan. Sementara Negara Kanada, Australia, Mesir, Inggris, Irlandia, Selandia Baru, Prancis, meletakkan cincin pernikahan di sebelah kiri. 

Bagi kalian yang ingin menggunakan cincin sebagai simbolis tunangan maupun pernikahan, kalian boleh saja mengikuti atau tidak mengikuti adat yang berlaku. Tentunya semua harus didasarkan kesepakatan bersama pasanganmu. 

Chat Whatsapp