Awal Mula Perkembangan Cincin Nikah Palladium Atau Emas Putih

Cincin nikah palladium menjadi cincin nikah yang paling banyak diminati. Sebab warna dari cincin sangat mengkilat dan mempunyai kesan lebih elegan serta mewah. Hal tersebut disebabkan cincin nikah dari logam palladium yang beredar terbuat dari campuran logam emas. Cincin jenis ini sering disebut dengan cincin emas putih.

Awal Mula Cincin Nikah Palladium

Sejarah dari cincin nikah yang terbuat dari palladium dimulai pada Juli 1803. Cincin ini ditemukan oleh William Hyde Wollaston. Wollaston menemukan cincin ini dengan tidak sengaja dan secara tidak langsung dijadikan cincin begitu saja.

Logam palladium termasuk ke dalam golongan platina. Lebih tepatnya termasuk ke dalam golongan metal. Sedangkan platina sendiri sering digunakan untuk menyebut logam platinum. Baik platinum / palladium termasuk ke dalam logam jenis / golongan metal.

Karena logam jenis ini masih termasuk ke dalam golongan metal, sifatnya hampir mirip dengan platinum. Hanya saja sifat dari logam palladium yaitu mudah lebur dan tingkat kepadatan rendah. Walaupun cukup rendah dari logam platinum, namun jika dibandingkan dengan logam emas jauh lebih tinggi.

Awalnya Wollaston menemukan logam palladium dan diberi nama dengan asteroid pallas. Nama tersebut diambil dari salah satu julukan dewi Yunani Athena yang baru saja membunuh Pallas.

Berdasarkan sejarah, Wollaston menemukan asteroid pallas / palladium di sela – sela biji platina. Kemudian asteroid pallas diekstrak dengan beberapa bahan kimia. Bahan kimia tersebut berupa ammonium kloroplatinat, natrium hidroksida dan ammonium klorida.

Membutuhkan waktu sekitar ±2 abad untuk mengembangkan logam hasil temuan Wollaston. Sehingga logam ini pun mendunia dan banyak yang mengincar logam ini. Terutama negara Rusia yang menjadi pemasok palladium terbesar di Eropa.

Dengan maraknya logam palladium di awal abad 20, membuat logam ini pun dijadikan sebagai cincin nikah. Tetapi konsep cincin nikah palladium dengan low cost wedding. Konsep low cost wedding ini menggunakan cincin palladium yang belum dikembangkan / dicampur dengan emas.

Perkembangan Logam Palladium Sebagai Cincin Nikah

Pada awal ditemukan logam palladium ini diciptakan dalam bentuk cincin. Tetapi komposisi campuran bukan menggunakan logam. Tetapi menggunakan zat asam.

Tahun 1939, pembuatan logam palladium dikembangkan. Bukan lagi dicampur dengan zat asam seperti yang telah dilakukan oleh Wollaston. Logam palladium ini dicampur dengan logam emas. Sehingga terciptalah jenis logam emas baru, yaitu emas putih. Salah satu contoh produk emas putih yaitu cincin nikah palladium / cincin nikah emas putih.

Cincin nikah palladium yang beredar di pasaran tidak murni dari material palladium, namun sebagai bahan campuran logam emas. Karakteristik dari cincin nikah ini mempunyai warna yang jauh lebih mengkilat dari emas kuning.

Selain itu cincin nikah ini juga jauh lebih kuat dan padat. Harga cincin nikah emas putih / emas – palladium jauh lebih mahal dan jauh lebih berkelas dari pada cincin nikah emas kuning. Sementara untuk cincin emas kuning sendiri terbuat dari campuran logam tembaga dan emas.

Maka dari itu cincin nikah palladium / emas putih menjadi pilihan cincin nikah terbaik. Jika anda lebih memilih cincin nikah ini, ada hal yang harus diperhatikan. Pastikan penyimpanan cincin berada di tempat lembab dan jauhkan dari suhu panas.

Logam palladium sendiri mudah lunak saat berada di tempat yang panas. Dan sebaliknya jika berada di tempat lembab dan dingin, logam ini akan menjadi sangat kuat.

Dengan penyimpanan cincin nikah palladium di tempat yang tepat akan membuat cincin ini awet dan kualitasnya terjaga dengan baik. Bahkan kualitasnya hampir setara dengan platinum.

Chat Whatsapp