Pilih Cincin Nikah dan Tunangan Secara Tepat

Cincin adalah simbol penyatuan dua hati pada tali pertunangan atau pernikahan. Keberadaan objek yang satu ini tak bisa lepas menjadi bagian dari kesibukan pasangan kekasih menjelang hari bahagia. Namun, banyak  yang masih belum begitu akrab dengan pemilihan cincin.

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa dijadikan panduan dalam memilih cincin kawin atau tunangan bagi mereka yang ingin mengakhiri masa lajangnya. Apa petunjuknya? Jangan salah paham

1. Diskusikan dengan Pasangan Anda Jenis Cincin Mana yang Harus Dipilih

Ada tiga jenis cincin yang biasa digunakan untuk pernikahan dan cincin pertunangan. Ada tiga jenis cincin: emas, perak, dan paladium. Sebaiknya diskusikan dengan pasangan tentang cincin  yang ingin Anda kenakan sebagai simbol hubungan cinta antara Anda dan Anda. Saat memilih cincin emas, pastikan untuk memilih cincin berlapis rhodium.

Rhodium  membuat emas bersinar. Ketahui juga tingkat emas dari cincin yang Anda pilih. Emas ringan lebih murah, tetapi kandungan emasnya kurang dari 42%. Di sisi lain, dengan kandungan emas lebih dari 42%, emas bekas cenderung sedikit lebih mahal.

Jika Anda dan pasangan tertarik untuk memilih cincin perak, coba pilih cincin grade 925 yang  merupakan standar grade perak  yang diakui secara internasional. Sekarang, jika Anda dan pasangan lebih menyukai cincin paladium, Anda harus memilih persentase cincin 50 hingga 70 persen.

Varietas ini tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras, memberikan rasa nyaman pada cincin paladium. Seperti halnya bahan cincin, harga mempengaruhi kualitas cincin paladium. Semakin tinggi harganya, semakin baik kualitasnya.

2. Harus Anda Sepakati Terlebih Dahulu Model Cincin yang Akan Dibeli

Baik itu cincin perak, emas, atau paladium, ada gaya berbeda untuk menarik perhatian. Oleh karena itu, Anda perlu menyepakati jenis model cincin pasangan yang akan Anda beli nantinya.

Anda memakai cincin ini untuk waktu yang lama, kan? Pastinya ada banyak perubahan pada cincin ke depannya. Misalnya, jika Anda membutuhkan cincin dengan aksen berlian, pastikan berlian tersebut tidak kendor selama bertahun-tahun yang akan datang.

Belilah cincin yang nyaman  dipakai dan tidak mengganggu keseharian Anda. Cincin dengan model custom terlalu banyak hiasan dapat menyebabkan masalah saat mengganti pakaian, seperti mudah tersangkut di kain. Oleh karena itu, diskusikan terlebih dahulu model mana yang akan dipilih.

3. Cek Dulu Ukuran Jari Anda

Ada beberapa toko perhiasan yang bisa mengukur  diameter jari Anda terlebih dahulu. Namun, jika Anda dan pasangan tidak sempat pergi ke toko Wijaya Jewelry perhiasan karena  menemukan toko online, jangan lupa untuk mengecek ukurannya terlebih dahulu.

Cara ini juga berguna jika Anda memang ingin membeli cincin  selain cincin kawin atau pertunangan di toko offline. Pertama, siapkan selembar kertas dan potong secara vertikal dengan lebar sekitar 1 cm. Lingkarkan selembar kertas di sekitar jari manis Anda, beri tanda berupa garis atau titik temu dengan menggunakan pensil atau bolpoin.

Selanjutnya, ukur garis titik temu dengan penggaris. Jika sudah, maka Anda akan tahu berapa diameter jari Anda. Saat membeli, sesuaikan saja diameter jari Anda dengan ukuran cincin yang biasanya ditawarkan di online shop saat Anda hendak membeli. Mudah sekali bukan?

4. Berat Cincin Mempengaruhi Harga

Membeli cincin dengan kadar yang kurang sesuai selain membuat tidak nyaman juga mudah berubah bentuk maupun warnanya. Oleh karena itu meski berat pada cincin mempengaruhi harga Anda juga tetap harus menyesuaikan dengan kondisi finansial Anda juga.

Dibanding cincin dengan bahan perak dan palladium sudah bukan rahasia lagi, ya kalau emas memiliki harga yang lebih mahal. Kemudian bisa hampir setiap harinya harga per gramnya bisa melonjak tajam.

Namun kalau dirasa emas begitu memberatkan Anda dan pasangan tetapi Anda juga bisa memilih cincin jenis lain.